|

Latih Mental dan Public Speaking, Santri LKSA Al-Ikhlas Ponorogo Rutin Gelar Muhadoroh

PONOROGO – Suasana khidmat menyelimuti aula Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Al-Ikhlas Ponorogo pada Sabtu malam. Bukan sekadar berkumpul biasa, ratusan santri tampak antusias mengikuti kegiatan Muhadoroh, sebuah agenda rutin mingguan yang dirancang untuk mengasah kemampuan orasi dan mentalitas santri.

Kegiatan yang dilaksanakan setiap malam Minggu ini menjadi panggung bagi para santri untuk menunjukkan keberanian mereka berbicara di depan publik. Tak tanggung-tanggung, acara ini dihadiri langsung oleh seluruh jajaran pengurus LKSA Al-Ikhlas guna memberikan bimbingan sekaligus apresiasi atas perkembangan bakat anak asuh mereka.

Simulasi Kepemimpinan dalam Satu Forum Muhadoroh di LKSA Al-Ikhlas dikemas layaknya acara formal kenegaraan atau keagamaan besar. Setiap aspek acara dikelola sepenuhnya oleh santri yang merupakan delegasi terpilih dari setiap kamar.

Dalam setiap pelaksanaannya, pembagian tugas dilakukan secara bergilir yang meliputi:

  • Pembawa Acara (MC): Bertugas mengatur jalannya acara dengan berbagai bahasa.

  • Qoriah: Melantunkan ayat suci Al-Qur’an sebagai pembuka keberkahan.

  • Sambutan Panitia: Melatih santri dalam hal manajerial dan tanggung jawab organisasi.

  • Orator (Pidato): Perwakilan tiap kamar yang menyampaikan materi dakwah atau motivasi.

Fokus pada Pembentukan Karakter Tujuan utama dari kegiatan ini bukan sekadar keterampilan berbicara, melainkan penguatan mental. Pengurus LKSA Al-Ikhlas menekankan bahwa kemampuan menyampaikan ide di depan orang banyak adalah bekal krusial saat para santri terjun ke masyarakat nantinya.

“Kami ingin santri tidak hanya menguasai ilmu agama secara teori, tetapi juga berani menyampaikannya. Muhadoroh ini adalah kawah candradimuka untuk meruntuhkan rasa demam panggung dan membangun rasa percaya diri mereka,” ujar salah satu perwakilan pengurus di sela-sela kegiatan.

Melalui sistem delegasi tiap kamar, setiap santri memiliki kesempatan yang sama untuk tampil. Hal ini memicu semangat kompetisi yang sehat antar kamar untuk menampilkan perwakilan terbaik mereka dalam hal retorika maupun kedalaman materi pidato.

Dengan konsistensi yang terjaga, Muhadoroh malam Minggu telah menjadi identitas dan budaya unggulan di LKSA Al-Ikhlas Ponorogo dalam mencetak generasi yang cerdas secara intelektual dan tangguh secara mental.

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *